Pages

Mar 12, 2012

Apart from HIM, We Can Do Nothing


Yesus pokok dan kita-lah carangnya, tinggal-lah di dalam Dia x3
Pastilah kau akan berbuah

Aku hobi banget makan anggur. Berhubung aku agak males ngupas2 kulit buah, anggur menjadi salah satu buah favoritku. Tinggal leb leb, apalagi kalau yang manis, enggak ada biji.... wow! bisa sekantong habis sendiri dalam sekejap. Tapi mana pernah aku berpikir, bagaimana supaya sebuah pohon anggur menghasilkan buah anggur yang manis dan banyak? wong aku taunya makan doang. haha.

Ternyata agar pohon anggur berbuah manis dan banyak, prosesnya lumayan complicated. Sang pemilik pohon anggur harus sangat telaten merawatnya. Ada proses pemangkasan cabang, karena cabang yg bisa menghasilkan buah adalah cabang yang tidak terlalu panjang. Cabang-cabang itu harus dekat dengan pokok batang pohon nya supaya bisa. Proses pemangkasan ini berlangsung terus menerus sampai cabang siap menghasilkan buah yang bagus. Lihat disini untuk belajar merawat pohon anggur.

Cabang pohon anggur tidak memiliki fungsi lain selain untuk dipangkas dan berbuah. Selain itu, tidak ada lagi gunanya. Coba deh pikir, memangnya cabang anggur bisa dipakai untuk membuat furniture? dipakai untuk jadi cantelan baju juga tidak cukup kuat kan? Bahkan, untuk jadi tusuk gigi pun enggak mungkin.

Ilustrasi pohon anggur. Credit to this site.



















Kalau Tuhan Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah carang pohon anggur, berarti kita harus dipangkas, dipotong, supaya terus dekat dengan Dia dan berbuah. Dipangkas dan dipotong tentu bukan proses yang enak, tapi lumayan atau bahkan mungkin menyakitkan. Memangkas budget shopping, misalnya.. enggak enak kan? haha. Tuhan bicara tentang memangkas kebiasaan buruk, memotong dan membuang hal-hal yang membuat kita jauh dari Tuhan.

Dan ketika kita sudah rela di pangkas, kita harus terus tetap setia dekat dengan Tuhan. Tuhan Yesus berkata: "apart from ME, you can do nothing". Karena, tanpa melekat kepada pokok anggur sejati, sebuah carang tidak bisa berbuah. Kalau carang tidak berbuah, untuk apa lagi gunanya? Ingat, carang tidak berguna untuk apapun selain untuk menghasilkan buah. Dan untuk berbuah, kita harus selalu dekat dengan Tuhan.

Apart from HIM, we can do nothing.

Well, as simple as that.
Tapi prakteknya, susaaaaaaaaaah bener yaa.........

1 comment:

Timothy J. said...

Mantap Firmannya, terima kasih, GBU