Pages

May 20, 2010

SGP Trip [Part Two : Departure]

Read Part One

Bukannya kenapa2, but I really have never been travelling overseas using local airline, not even GA. This was the first time. LION AIR, JT150 CGK-SGP 0825-1105

Kami sampai di Soekarno-Hatta jam 6.40AM. Lewat jalan belakang lumayan lancar. We had breakfast at a small cafe there, antrian check-in enggak terlalu panjang, antrian bebas fiskal panjang tapi.. sebentar, karena.. while aku antri check-in, Erryck antri fiskal. Anak-anak yang jadi kurir.. "passport dan boarding pass" kita bersliweran gantian antri. haha. So, that were easy... all was good.


















Kami travelling dengan beberapa teman kantor. Entah kenapa, semula kami yang duluan selesai di bagian imigrasi dan berjalan menuju gate, tiba2 jadi paling belakang. Kayaknya sih karena bawa 2 orang 'cacat' (Erryck yang baru 2 minggu copot gips dan Monita yang masih agak bengkak karena jatuh dari motor), tapi mungkin juga karena "rada norak" sepajang perjalanan foto dan handycam melulu.. "oh, common guys.. masih di Jakarta gitu loh!" aku teriak ke mereka. LOL.

Masuk gate aku masih sempat melihat temanku, dan karena petugas yang memeriksa boarding pass lelet, aku tidak melihat temanku belok kanan atau belok kiri, yang jelas.. banyak sekali orang antri.. mau masuk pesawat.

So, aku belok kiri. Dihadang oleh petugas perempuan yang badannya lumayan kekar, pake baju seragam Lion Air. Aku bertanya: "singapore, Lion Air". Kayak robot, tanpa senyum dan tanpa "eye contact", si Mbak itu mengarahkan tangan kirinya ke tangga menurun di sebelah kiri. Aku nurut, sambil sekali-kali nengok kebelakang ke arah Erryck dan Monita yang selalu ketinggalan. "ayo cepet.. udah kurang 20 menit"

Kita turun tangga, dan disana sudah ada bis menunggu kita. Suer! Aku gak curiga sama sekali.. aku pikir "oh, kalo naik local flight mungkin emang harus pake bis ke pesawat". So, kita naik.. bis nya penuh daaan.... kita dibawa keluar terminal 2, keluar ke jalan raya di area airport, lewat terminal 3 yang masih baru dan.... mendarat (eh, mendarat itu kan buat pesawat).. kita sampai di Terminal domestik!! Kita turun dari bis, berjalan di lorong yang panjaaaang dan kusam... kasihan juga lihat Erryck dan Monit terseok-seok ngikutin aku dan reza yang kakinya sehat.

Di depan ada counter Lion Air.. thanks God!

"JT150 ke Singapore. Arah mana Pak?"

Darn!! I wish I can describe what he looked like the moment I was asking him that question, coz I can't. I can only see confusion and terror!!

Kegemparan mendadak terjadi. Seorang Ibu yang sedang berbicara di handy talky mendadak teriak: "ya... ini mereka disini!" Lalu, seorang Ibu lainnya teriak ke petugas lainnya, "cepat, panggil mobil dan antar mereka kembali". Kamu antar mereka sampai naik mobil."

I swear... I think all the sumpah serapah meluncur dengan bebasnya dari mulutku saat itu. It's 8.20 and we were LOST!!

Again... aku tambah frustasi melihat Erryck dan Monita berjalan terseok-seok mengikuti kita yang sehat. Perjalanan di mobil yang 10 menit serasa 10 jam! Aku ngotot turun di tangga pesawat, tapi nggak boleh. Good. I would have a chance to meet that lady and slap slap a little bit. Dan benar, belum turun dari mobil pun dia sudah terlihat. Oooww tentu saja, she couldn't just get away that easy... "kenapa ngaco sih?! Kerja gak becus!!^%#%!$!%^E!%!!!! *tit sensor* dia sih tampang nya pasrah aja.. huh, bikin tambah sebel.

Akhirnya kita naik tangga lagi.. masuk belalai dan masuk pesawat, paling akhir, ugh untung gak disorakin. Ternyata tempat duduk kita di belakang. Dan ternyata ... sudah diduduki orang lain. !!(@!%%!%@!$!$@%@#~!%!! (sensor lagi).

Monit sudah hampir nangis karena tidak ada kursi kosong untuk berdua.. this was her first flight FGS! I understood she was scared. Erryck duduk sendiri. Reza duduk sendiri. They're fine. But my little girl... gak tega juga aku. Aku lantas pasang muka garang "pokoknya saya harus duduk dengan anak saya!"

"ibu duduk dulu dimana saja, nanti setelah take off, kami carikan kursi yang bisa duduk berdekatan"

"NO!! Saya tidak akan duduk kalau tidak dengan anak saya!"

Pramugari bingung setengah mati... pesawat sudah siap jalan, malah sudah mulai jalan. Akhirnya aku ngalah. Temenku aku minta pangku anaknya yang masih kecil dan kursi nya aku pakai. Monita duduk tepat di depanku. She looked very stressful and unhappy. I told her "it's OK.. mami di belakang kamu persis. Nanti mami pegangin"

And I hold her until the plane was up up flying above. Pramugrari menepati janjinya. Dia sediakan 4 kursi berderet paling depan untuk kami. Were those executive or business class? No idea. Aku dan Monita segera pindah. Erryck ngotot banget enggak mau.. padahal udah segala cara aku bujuk. Alasannya: susah keluar, krn dia duduk di deket jendela.

Reza akhirnya bergabung dan sibuk merayu Monita supaya bisa duduk gantiin Monita dekat jendela. Karena pengin pipis, akhirnya kursi deket jendela sukses di kuasai Reza. Dan.. sepanjang jalan Monita mengeluh kuping nya sakit, sudah aku suruh nelen gak bisa juga.. Reza sibuk bantu "nguap De. Nguap aja.. ntar juga gak sakit lagi" Minumku habis dan Lion Air tidak kasih minum or makan... halah! Aku nekat aja minta pramugari dan Monit di minta datang ke pantry mereka untuk minum. Agak lama juga dia disana.. mungkin habis segalon. haha.

Anyway... that's the end of Part Two.
Read Part Three.

5 comments:

joelliea said...

Leaving for Singapore from domestic terminal??

And no seat allocation on board??

I don't understand. Did you take airplane or bus? Were there any seat numbers printed on your boarding passes?

If I were you, I would keep demanding to the stewardess. Until I got my proper seat. If necessary, I'd ask for the Captain.

Kali aja pilotnya ganteng.

joelliea said...

p.s.
Business class seats are bigger and very spacious. Usually only 2 seats on left column and 2 seats on right column. Did you get those? And they serve drinks and meals for sure.

If not, I'd stick to screaming to the stewardess. Might get 4 class upgrades.

emajanti said...

EXACTLY!! I have no idea what kind of services they had.

on domestic terminal: well, from the look on the lady face.. pretty sure she was on a huge shock too. But I think, she may not hear the word "singapore" properly as it was crowded.

on the seat: the air crew said it's the check-in counter's fault.

on the front seat: it's not business. that plane doesn't have business class, nor they served anything to us. Cut cost, I guess.

on the pilot: unfortunately, pilotnya tueeeeek. hihiihi...

and on "keep on screaming" part, well, I planned that too but it's a short flight. The impact will go beyond if I say.... fly 6hrs to China or 14hrs to US. bhwahahaa....

Rebecca said...

ampun, dodol banget tu petugas, untunglah loe sempet maki2 tu orang pas liat dia lagi... can't imagine how's your husband n daughter terseok2 n lari2 dengan kaki yg masih stengah not well..

gw ga tau kalo lion air ada seating arrangement ato ga, tp yg gw denger if you fly with Air Asia , you will not get seating arrangement, so maybe similar to bus, who get there first get the seat we want...
i personally don't like this system

emajanti said...

Ada seating arrangement, Bec. That's why the air crew blamed it on the land crew. Oh well, kalo short flight sih enggak papa, but kalo more than 2 hrs flight, better ada.

Gw sekali naik Air Asia ke Surabaya. Gak pake nomor kursi, gak pake meals, tapi masih dikasih segelas mineral water. Lion air kemarin.. minta minum aja harus pake sakit kuping dulu :( Untung pas pulang mereka jualan. Gw beli sebotol vitazone, Rp 10.000 saja.