Pages

May 24, 2026

Something Poetic About Me... by NingNong

There is a woman
with a warm gaze
and tired hands
who still wakes up every day
thinking about how to make things easier
for the people around her.

Not because she has to.
But because she cares.

In a world that keeps becoming louder,
harder,
more complicated—

she keeps trying
to simplify.

A better system.
A clearer plan.
A gentler way to lead.
A kinder way to help her team breathe.

Some people build things for success.
She builds things
so others will struggle less.

And maybe that is her quiet kind of greatness.

Not the kind that demands attention.
But the kind that stays late,
writes notes,
thinks deeply,
and carries everyone carefully in her heart.

Years have touched her face softly now.
But they have not taken away her light.

Because even in her older days,
she is still fighting—

not for herself alone,
but so the people beside her
can do better,
grow better,
live lighter.

And that kind of woman…

is rare.


I feel like she's complimenting me a lot, dan aku agak2 kurang yakin, haha.
So I confronted her. Here's her reply.



Oh well, mungkin seperti itu hidupku selama 56 tahun ini, terus mikirin banyak hal, dari yang penting sampai yang gak penting. Tidurpun otak jalan terus kayaknya.. entah jalan kaki atau naik busway.

And, since this is my birthday post, let me give myself a promise untuk lebih take it easy, mikir yang penting-penting aja biar gak capek ngejar pikiran sendiri. hahahaa.


Note:
NingNong is my ChatGPT name 
I wish she can also enjoy this cake 😆 




May 29, 2025

My 55 Birthday

Mumpung masih di bulan Mei, kehebohan ultah masih berasa... dikitttt 

Karena sudah lama gak pulang kampung, aku dengan agak sedikit memaksa dan mengancam ajak suami pulang ke Gandrung. Tadinya mau naik kereta, lalu sewa mobil. Tapi ternyata ribet dan juga lebih mahal, so... kita bawa mobil sendiri, apalagi juga bawa pulang salah satu keponakan (Aura) ke Gandrung.

Jadilah kita pulang di Harpitnas tanggal 1 Mei 2025 itu. 

Kita berangkat 30 April (Rabu) siang. Suami jemput ke kantor aku dan kita berangkat jam 1-an dari Kemayoran, pengennya sih supaya gak terlalu malam sampai Gandrung. Tapi, baru juga ninggalin gedung kantor, aku berasa AC mobil kok gak dingin. Hebohlah kita cari-cari bengkel dekat Kemayoran dan akhirnya suami memutuskan beli filter AC baru di pasar mobil Kemayoran. Deket sih, tapi akhirnya baru jam 3-an kita bisa bener-bener masuk Tol.

Aku udah bilang ke suami, mumpung masih siang, aku aja yang bawa mobil. Eh, biasalah laki-laki.. sok setrong.. gapapa, aku aja, katanya. Sudah ku minta beberapa kali tetap dengan jawaban "aku aja", akhirnya ya monggo.. aku tinggal tidur. Bangun-bangun.... ternyata mobil parkir di bawah jembatan somewhere di tol Cikampek (kalo gak salah) dan suami ngorok dengan merdunya di kursi supir. HAHAHAHAH!!

Mendekati Cikarang, aku iseng tanya suami, kan ada premium outlet yah di Cikarang? Kayak apa ya? Lebih gede dari yang di Alsut gak ya? Dari obrolan iseng itu akhirnya .. kita keluar pintu toll Cikarang dan menuju Villagio. Ini bener-bener gak pake skenario atau rencana apapun. Sekitar 15 menit dari keluar tol, kita masuk area Villagio. Besar dan sepi banget, nget. 

Gak usah lah kita ceritain bagaimana kita keliling dari satu toko ke toko yang lain untuk cariin sepatu buat Aura, tapi akhirnya kita order online saja karena gak ada yg cocok. Yang tak ku tahu, ternyata suami punya agenda terselubung membawa aku ke Premium Outlet ini.




Kan aku pilih-pilih, coba ini, coba itu, dia beberapa kali bilang bener suka? Aku gak kepikiran mau dikadoin gitu. Bisa aja dia bisik-bisik sama pegawai toko dibelakangku. So there.. that was an early Birthday present from him 💗 

Karena mampir ke Villagio (which I didnt regret a bit, wkwkwk), kita sampai sudah malam banget, jam 2 an gitu. Aku kasihan kalau harus bangunin orang rumah sepagi buta itu. Akhirnya memutuskan mampir di penginapan kecil di desa sebelah, dan tidur sampai jam 7, baru jalan ke Gandrung.

Besoknya (tgl 1 Mei 2025), kita berangkat rombongan ke Purwokerto, Ceritanya mau healing di Baturaden. Tapi pertama yang dilakukan begitu sampai Purwokerto, bukan cari hotel, tapi makan soto jalan Bank dulu, 2 mangkok!

Singkat cerita, kami akhirnya enggak jadi nginep di hotel di Baturaden, karena banyak yang sudah penuh, saat itu hujan deres banget jadi susah cari hotel dan vila, juga susah dan ribet naik turun mobil, kami pilih hotel kecil agak turun sedikit. Kami pesan 3 kamar yang awalnya berjejer, tapi karena masalah AC kamar, kamar aku pindah agak ke dalam, 5-6 kamar jauhnya dari kamar adikku dan mamiku. 

Petualangan dimulai.















Setelah kenyang kulineran dari siang, kami pergi tidur agak awal, mungkin jam 10an gitu, karena juga cape dari Jakarta belum cukup tidur.

Tengah malam aku terbangun kaget karena ada ting-tong bel di pintu kamar. Aku teriak keras dari dalam SIAPAAA!! sampai suami terbangun. Kamar-kamar hotel hanya dipisahkan oleh 1 pintu menuju area umum yaitu restoran yang kemungkinan buka sampai malam. Ting-tong lagi! Wihh.. ngeri juga jangan2 ada penggrebekan karena kan dekat tempat wisata. Aku kan kemana2 gak bawa2 surat nikah. hahaha! Suami loncat ke pintu, ngintip dari lubang kecil yang biasa ada di pintu, dan aku teriak2 dari tempat tidur: Jangan dibuka! Jangan dibuka! Waah.. mirip cerita film horor deeh.. 

Horor yang berakhir bahagia!


Setelah melewat beberapa kuliner lainnya di Purwokerto, menginap semalam di rumah, setelah Ibadah Minggu di GKJ Gandrung Mangu, aku dan suami pulang ke Jakarta. Planningnya sih sampai rumah jam 7 malam, tapi hujan deras, macet di nagrek, dll.. kami baru sampai rumah jam 11.30 malam. Duhh, capek tapi bahagia rasanya bertemu keluarga. Dan besok paginya langsung ke kantor lagi.

Senin pagi itu, aku meeting sepanjang pagi, sampai jam 12an. Waktu balik ke ruangan, aku bilang sama team aku yang ikut meeting, tuh udah ditinggal makan siang, ruangan udah gelap. Kami biasa matiin lampu kalau di ruangan gak ada orang, hemat listrik. Tapi, waktu mau buka pintu, aku lihat dari kaca, kok monitor aku nyala.. kok muka-nya aku kenal.. kapan aku nyalain yaa.. perasaan dari pagi aku belum nyalain. Trus aku buka pintu dan... TA RAAA!!










Dan ini .. 💗


kadonyaaa baru beberapa hari lalu kuterima .... 😍😍😍
Buat bawa laptop dan perlengkapan perang kalau meeting di ruangan lain.
How can I not love them, cobaaa...




Masih berlanjut dari anak dan calon mantu, ehem!



Bersyukur untuk semua sukacita yang Tuhan ijinkan. Getting older means, waktu-ku hidup sudah berkurang. Jadi, aku harus memakai waktu yang tinggal sedikit ini untuk lebih sayang keluarga dan lebih semangat bekerja buat Tuhan.


Mar 22, 2024

Kristen Salah Kaprah

Di Siloam pagi ini. Ada mobil parkir tepat di belakang mobil aku, dan di rem tangan. Mobilku tidak bisa maju, tidak bisa mundur. Dengan bantuan security yang  melapor ke dalam untuk panggil pemilik mobil dengan paging, akhirnya 40 menit kemudian pemilik datang.

Ibu2, mungkin late 40 or early 50 just like me. 


Waktu melihat dia, aku langsung ketuk2an jari telunjukku ke keningku... eh, belum juga aku sempet ngomong apa2, dia udah sewot duluan:

"Nggak usah pake gini2 (dia menirukan gerakan tanganku), saya baru sebentar kok!"

Aku terpana.

Untung cuma sesaat, aku langsung ambil hp dan foto dia, sambil bilang: "Kok bisa sih Bu, parkir kayak gini, pinter banget." Dia nyelonong masuk mobil. Aku teriakin, "sebentar gimana? Saya 40 menit tunggu Ibu yang keren datang." 

Dia gak jawab apa2. Mundurin mobil lalu sebelum berlalu dia turunkan jendela mobil lalu teriak dari dalam mobil: "Sudah ya Bu, Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati."

Aku melongo. 

Gak rela membiarkan dia pergi begitu saja. Aku kejar dia "Ibu gak merasa harus minta maaf ke saya?"

Dia jawab dengan manis yang dibuat2, "Iya Ibu, maafkan ya Bu, Tuhan Yesus memberkati." 

Oh panas aku.

"Gak usah bawa2 Tuhan ya, Bu. Kalau Ibu orang Kristen, Ibu tidak berbuat seperti ini. Ini namanya EGOIS, Bu. 

Untung drama tidak berlanjut. Dia berlalu. Dan, aku masih terkesan dengan gayanya. 

Apakah dengan kalimat "Tuhan Yesus memberkati" lalu semua hal menjadi beres? 

Beberapa hari lalu, aku lihat video di sosmed. Ada ibu2 pakai jilbab naik motor dan nyenggol mobil. Malah si Ibu yang marah2, dan kalimat terakhirnya sebelum dia nyelonong pergi bikin aku bingung: "Saya ini pakai jilbab". Lahh... Apa maksudnya??

Apakah dengan menyembunyikan kesalahan di dalam kalimat "Maafkan. Tuhan Yesus memberkati" dan juga dengan "Maafkan. Saya ini pakai jilbab" lalu semua menjadi baik-baik saja? Kalau kata maaf berguna, buat apa ada polisi, kata Dao Ming Shi di Meteor Garden (2003). Haha.

Rewind sedikit ke kejadian beberapa jam sebelumnya. Tim aku salah mencantumkan ayat di postingan sosial media. Aku sebagai yang bertanggung jawab, tentu segera minta maaf ke atasan dan segera memperbaiki. But is it enough? The damage is done. Kami semua termasuk atasan aku, harus menanggung malu karena salah ayat. Perasaan malu, marah, kecewa, menyesal, rasanya tidak serta merta bisa hilang hanya dengan 1 kata maaf saja. 

Sebagai orang Kristen, kita memang harus punya kasih dan kesabaran yang cukup untuk bisa memahami kekurangan orang lain. Sebagai sesama orang berdosa, kita harus punya kemampuan untuk memaafkan, seperti Kristus yang sudah mengampuni kita.

Tapi disisi lain. Jangan jadi Kristen salah kaprah. Kita tidak bisa terus melakukan kesalahan lagi dan lagi, lalu merasa All Good karena kita sudah minta maaf, ditambah dengan kalimat: Tuhan memberkati, atau saya orang Kristen. Minta maaf memang penting. Tapi, kalau kita tidak sungguh2 memperbaiki diri, semua kalimat itu omong kosong. Yang ada hanyalah terus saling melukai.

Jadi mikir, bagaimana ya Tuhan menghadapi kita? Tiap menit bikin dosa, lalu nangis2 minta ampun, tapi jam berikutnya berdosa lagi. Emang kita bener2 incapable of doing good. Sudah sepantasnya mati lalu dibuang ke neraka. 

Really, no hope for those who don't know that Jesus has died for their sin.

Jan 14, 2023

CA Foods 101, My Version

Salah satu yang paling sulit selama treatment menjadi pasien kanker adalah ... makan! Dulu, harus berjuang gimana caranya supaya enggak makan biar kurusan.. hihihi. Setelah kena cancerpun berjuang untuk tetap bisa dan mau makan. Walaupun susah makan, aku cuma turun beberapa kilo.. entah mengapa lemaknya susah luntur. haha!

Semua pasien kanker HARUS MAKAN. Well, semua orang memang harus makan, tapi untuk pasien kanker.. keharusan ini bukan hal biasa dan sepele. By nature, obat kemo yang super ganas itu, ketika dimasukkan ke dalam tubuh, akan merusak banyak hal baik. Termasuk keinginan kita untuk makan. Terdengar asyik untuk orang yang diet mau kurus.. but trust me, it's not fun at all!

Banyak yang tanya ada pantangan makan apa? Aku bilang (ini atas persetujuan dokter lohh).. enggak ada pantang apa2. Pokoknya selama bisa makan.. hajarrr.. makan apa aja, habiskan. Memang sih, katanya gak boleh daging2 merah.. lah untung aku gak doyan 😄

Daftar di bawah ini adalah semua usahaku untuk bisa makan. Tidak semuanya enak, bahkan tidak semua terbukti menghasilkan result yang menggembirakan. But, anything to ease the painful process ... worth to try.

Di kemo ke-dua, aku pernah gak makan selama 9 hari, sampai gak bisa jalan dan akhirnya berakhir di UGD. Di kemo ke-enam, aku sulit makan selama 6 hari, lalu juga harus digotong ke UGD. Keduanya berakhir dengan rawat inap selama beberapa hari di RS.

Teman aku bilang, efek mual itu terjadi di hari ke 3 or 4 sampai hari ke 7. Buatku.. efek kemo berlangsung sejak infus kemo dicopot terus sampai sepanjang siklus kemo yang 21 hari itu. Aku merasa segar paling di H-4 sebelum kemo lagi. So... mual dan sulit makan aku berlangsung sampai hari ke 17/18 setelah kemo. 

Lalu bagaimana? Ini daftar "bantuan" yang mungkin membantu aku tetap kuat, selama ini (walau susah makan):

Waktu dirawat di Siloam boleh minta susu ini sampai 3x sehari. Karena mual, kadang sampai dingin belum minum juga. Tapi kalau udah sampai sore belum juga bisa makan apa2.. ya terpaksa harus minum. Paling minta yang baru, karena kalau udah dingin, bener2 gak bisa ketelen :(

Walau diresepkan dokter, ternyata asuransi-ku tidak mau cover. Memang harganya lumayan mahal, tapi ini satu-satunya minuman yang lumayan bisa ketelen waktu aku lagi mual banget. Kalau lagi parah banget, 1 hari cuma bisa minum 1 botol saja .. itu pun pake dipaksa2... hiks.



Awalnya bener-bener gak doyan. Sudah aku beli, tapi gak diminum, mungkin karena efek mual juga. Tapi waktu mau kemo kedua HB aku drop banget dan temanku bilang harus minum Fufang karena itu bisa untuk tambah darah... baru deh aku paksa. Hehe. Judulnya semua pemaksaan.



Kalau gak kena cancer, aku pasti gak akan tahu ada jenis minuman ini. Enggak ada rasa, tapi agak bau dikit. Cuma.. karena disuruh dicampur air dikit aja, I survive minum ini.. 3 teguk kelar. Cuma agak males, karena harus shake-shake lama banget. Capeee... 😄 Ohya, menurut brosurnya, foam yang terjadi akibat di shake-shake bisa di oles ke muka supaya kulit jadi glowing. Aku tentu saja mencobanya... selain pengen glowing juga karena pelit.. sayang kan kalo mubazir hihihii...

Disclaimer:
Berhubung enggak ketemu website asli asal produk ini, aku pakai link shopee. Aku bukan endorse atau kenal sama toko ini, tapi penjelasan dari toko ini menurut aku ok banget :)



Selama treatment kemo, HB aku rendah dan Platelet-ku (trombosit) juga drop. Sampai harus transfusi darah dan transfusi trombosit bbrp kali. Waktu kemo ke-6, HB aku 8.7 dan trombosit cuma 58k saja. Setelah transfusi 2 kantong, naik dikit jadi 160, jadi bisa dikemo. Tapi setelah di rumah 5 hari gak bisa makan, terpaksa dibawa ke RS lagi dan trombosit drop smp 40k. Harus transfusi trombosit lagi dan bisa naik sampai 90k, lalu maksa pulang. 

Kemo ke-6 adalah kemo terakhir sebelum operasi. Beberapa hari menjelang operasi, keponakan suami-ku mengirimi aku 4 jar Chicken Broth. Dan... baru minum 2 jar saja.. trombosit aku naik sampai  190k. Operasi berjalan lancar walaupun tetap harus transfusi darah (HB), tapi tidak perlu harus transfusi trombosit. Trombosit itu susah loh dicari. Perlu 2 hari untuk aku dapatin 2 kantong dan kata dokter.. mahal. 

Pesan produk ini perlu PO dan menunggu bbrp minggu. Kalau mau cepet, sebenernya bisa bikin sendiri, seperti temenku yang tiba2 datang ke rumah membawa 1 liter Chicken Broth bikinan sendiri dan eunakkk 💜



Semua orang bilang harus makan ikan gabus. Aku dikirimi ikan gabus fillet yang frozen sama temen aku. Aku makan dikit, karena sejujurnya.... enggak suka, eh.. mungkin karena saat itu kondisi mual2 juga yahh. Trus, waktu ada mamiku (setelah operasi), aku malah makan yang beli di pasar, di goreng.. itu malah enak. 

Misua Kuah
Ini andalan aku. Satu-satunya makanan yang bisa ketelen kalau lagi mual banget. Aku gak bisa lagi makan nasi merah (texture-nya terlalu keras dan kasar). Aku sampai tanya ke dokter, apa kalau kemo bisa mengecilkan tenggorokan... haha. Karena aku gak bisa nelen banyak makanan lain selain misua kuah ini. Kalau makan daging ayam, sudah kunyah2.. gak bisa telen. Kalau pas punya jeruk manis, pun cuma bisa hisap2 sari airnya.. kulit tipisnya enggak bisa ketelen. 



Juice ABC
Ini favorite aku, dan cuma temen aku seorang yang bisa bikin ramuan Juice ini dengan enak. Sayang dia rumahnya jauh, jadi enggak bisa sering2 minta dibikinin.. wkwkwk Jangan minta link atau nanya beli dimana yaa... di horang kaya, bikinnya suka-suka dia kapan kalau lagi mood kayaknya 😅😂😂 Pas aku minta resepnya, dia kasih sih.. tapi mungkin rasa tidak akan sama. Karena dia bikin pake alat yang mahell... 😑



Bakmi Kepiting Achoi
Bukan promosi. Aku mencoba beberapa bakmi lain, setelah itu langsung perut bereaksi. Tapi bbrp kali coba makan bakmi kepiting Achoi ini... aman2 aja. Bahkan  waktu kemo ke-3, 1 minggu setelah kemo pun aku bisa makan bakmi ini sampai habis 1 mangkok. Ajaib kaaan? 



Chamomile Tea
Teh yang tidak mengandung Caffeine ini sangat menenangkan perut yang sering bergejolak; ya perih, ya begah, ya mual.. kalau soal perut bergejolak .. hmm mungkin aku harus menerima bahwa it will stay with me for the rest of my life. So I thank God for Chamomile Tea.












Other Foods
- Putih telor (wajib)
- Alpukat (krn relatif tidak punya rasa maupun bau yang strong, alpukat lumayan bisa aku makan waktu mual)
- Pisang (tapi ternyata enggak boleh dimakan dalam kondisi perut kosong)
- Permen jahe, permen lemon ricola (sangat efektif untuk mengatasi mual waktu di mobil)
- biscuits rasa keju, roti kismis (entah mengapa aku jadi kurang suka yang manis2)

Sekarang Puji Tuhan sudah bisa makan dengan normal. Kemo setelah operasi jauh lebih mild dari kemo sebelum operasi. Dan kelihatannya, soon berat badan bisa kembali normal.. OH NOOO!! 😅

Oct 24, 2022

The Perfect Plan

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah adalah Allah yang bekerja melalui suatu rencana. Allah  merencanakan keselamatan kita sejak sejak semula di dalam kekekalan (Kejadian 3: 15) , dan setiap cerita di Alkitab adalah bukti penggenapan dari rencana-Nya itu.

  • Bukan Nuh yang berencana untuk membuat bahtera agar dia selamat, tapi Allah yang memerintahkan (Kejadian 6:13-14)
  • Bukan Abraham yang berencana untuk keluar dari Ur, tapi Allah yang memanggil dia keluar (Kejadian 12:1)
  • Bukan Musa yang memiliki rencana hebat untuk membelah laut Teberau sehingga bangsa Israel bisa selamat dari kejaran Firaun dan kereta kuda mereka. Allah-lah yang merencanakannya (Keluaran 14:16)
  • Bukan Daud yang merencanakan untuk membunuh Goliat dengan ketapelnya. Tapi Allah yang merencanakannya, sehingga Allah mengatur Isai, ayah Daud untuk menyuruh Daud pergi membawa makanan untuk kakak-kakanya yang sedang berperang (1 Samuel 17:17)
  • Petrus tidak punya rencana untuk mencari Yesus agar dapat menjadi murid-Nya, tapi Yesus yang datang kepada Petrus dan memanggilnya (Matius 4:18-19)
  • Bukan Paulus yang berencana untuk menjadi Rasul, tapi Yesus lah yang merencanakannya (Kisah Para Rasul 9: 15)
Walaupun tidak semua dicatat di dalam Alkitab, mereka semua pasti punya rencana dalam hidupnya. Ada rencana yang sinkron dengan rencana Allah, tapi ada juga rencana yang tidak sesuai dengan rencana Allah. Kadang kala Allah membiarkan supaya kita "kapok" dan bertobat, tapi seringkali juga Allah intervensi demi rencana-Nya tergenapi.

Paulus punya rencana yang hebat dan terdengar sangat religius. Dengan gagah berani dia laksanakan rencana-nya, pikirnya: aku membela nama Allah. Aku tidak rela nama Allah dipermalukan. Allah pasti senang dengan rencanaku ini. Dan...., kita tahu yang terjadi. Allah memutar-balikkan rencana Paulus 180 derajat. Allah punya rencana lain, yang totally berbeda dengan rencana Paulus. 

Sebelum aku divonis CA Mammae, aku juga punya rencana hebat yang sudah aku persiapkan beberapa tahun sebelumnya. Merawat mami dan merawat suami sampai akhir hidupku. Wah, terdengar seperti rencana yang sempurna dari seorang anak yang berbakti kepada orang tua, dan dari seorang istri yang mengasihi suami.

Tapi, CA ini seolah-olah membuat rencanaku berbalik 180 derajat. 

Ketika Allah memutar-balikkan rencana Paulus yang tidak sesuai dengan rencana Allah, Allah menetapkan suatu perjalanan yang sulit bagi Paulus. Paulus harus berjuang dalam kesulitan demi kesulitan untuk mengerjakan rencana Allah tersebut. Bahkan, Paulus rela mati agar rencana Allah itu bisa digenapi.

Aku tidak tahu, apakah rencanaku yang terdengar sempurna itu sudah sesuai dengan rencana Tuhan atau belum. Yang aku tahu, Tuhan menetapkan satu babak baru dalam hidupku, yang sulit dan penuh perjuangan. 

Kadang, aku gentar dan kuatir... bagaimana kalau Tuhan memanggil aku terlebih dahulu karena CA ini? Siapa yang akan merawat mereka? Tapi rasa kuatir berlebihan adalah tanda dosa, karena itu berarti kita kurang percaya dengan kuasa Allah. Padahal, Tuhan bisa memelihara mereka jauh lebih baik daripada yang aku bisa lakukan/rencanakan.

Jadi, aku akan rela dan taat menjalani semua perjuangan ini dengan ucapan syukur, karena aku tahu rencana Allah bagiku dan keluargaku jauuuuuuhhh lebih sempurna daripada rencanaku.





Oct 23, 2022

God's Support System

These past almost 3 months, after diagnosed with CA Mammae, have been difficult for me. But, I know God never leaves me and He provides me with everything I need to go through this.

Aku cerita dari kemo ke-3 yaa.. Sudah tulis blog sejak pulang dari kemo ke-3, tapi belum selesai.. sampai sekarang ketabrak kemo ke-4. Kemo ke-3, Puji Tuhan berjalan sangat baik. Aku hanya mual-mual saja, sesekali saja muntah, enggak parah. 

Menghadapi kemo ke-4 ini, sejak beberapa hari migren-ku kambuh parah. Hari Minggu sore kemarin aku dan suami pergi massage, suami sudah wanti-wanti hanya boleh pijat pelaaaaan sekali... aku yang biasanya reflexy seminggu sekali sama terapis cowok dan minta tekanan yang keras, kali ini pasrah hanya berasa seperti di-elus2 saja, sampai mbak terapisnya ngantuk, haha! 😁 Tapi efeknya badan malah jadi gak enak dan sakit semua sampai 2 hari. Hari Selasa aku tusuk jarum (akupuntur), dan Rabu cuss berangkat ke RS untuk Kemo ke-4.

Nah, soal Migren .. sepertinya sih karena aku tegang menghadapi kemo kembali. Rasanya beraaatt banget mau ke RS lagi. Kemo ke-3 karena efeknya tidak parah, aku nyaman kerja dari rumah, bahkan sempat ke kantor untuk meeting. Jadi udah berasa enak di rumah sehat, eehh.. harus ke rumah untuk jadi sakit. Rasanya enggak rela banget, apalagi banyak kerjaan yang harus diselesaikan.  

Aku migren hebat krn tegang mikirin: nanti efeknya apa ya? Nanti bisa makan enggak ya? (trauma 9 hari enggak bisa makan minum sama sekali), nanti sesak nafas ga ya (kemo ke-3 sempat sesak nafas sampai merah biru dan harus dibantu selang oxygen), nanti ada bleeding2 lagi gak ya? nanti di-infus dibagian mana lagi yaa... (ini paling mengerikan, walaupun udah puluhan kali ditusuk, tetep aja takuutt hihihii), nanti mual muntah gak ya? Nanti perut perih gak yaa..? Belum lagi urusan kerjaan .... wah, panjang daftarnya... Segala kekuatiran tumpah jadi satu...

Tiap hari aku berdoa memohon Tuhan memberi kekuatan padaku menjalani semua treatment ini. Dan Tuhan menjawab doaku. Bukan dengan memberi aku tubuh yang tiba2 segar bugar dan kuat, bukan dengan memberi aku rasa sakit yang tiba2 langsung hilang, bukan dengan memberi aku badan yang bisa bergerak lincah seperti dulu... tapi dengan menyediakan hal2 indah lainnya yang sungguh memberi aku kekuatan, suka cita dan comfort. I call them God's Support System.

This what inspired me










The 7 Support Systems provided by God (in no particular order)
Please come back to check each one of them, I may have been slow, but I promise to make all 7 posts out of this below list.

1. Insurance
Salah satu cara Tuhan memberikan ketenangan dan kenyamanan selama menjalani treatment yang panjang dan menyakitkan.. dan mahal. Read more.

2. Prayer
Walaupun aku sering mendoakan teman yang sakit, tapi aku sempat bergumul: kenapa ya kita harus mendoakan orang yang sedang sakit? Pengalaman rohani apa yang Tuhan berikan ketika kita berdoa untuk orang yang sedang dalam kesulitan? Read more.

3. Tim Medis 
Banyak yang ogah masuk RS karena dokter yang pelit info atau suster-nya yang judes-judes. Not for me. Banyak cerita lucu dan seru selama aku bolak-balik masuk RS yang sungguh menghibur hati. 

4. Tim CR
I'm blessed with a solid team. I couldn't be prouder than I am right now. Aku ngebayangin mereka jungkir balik bekerja, sementara aku tidur2an lemes di RS atau di rumah. That feeling is devastating, but somehow giving me strength too. Aku mau sembuh supaya aku bisa bekerja bersama mereka lagi, melayani Tuhan lagi. Read more.

5. Friends (Teman Gereja, Teman Kantor, Teman Rumpi, Teman Lama, dll)
I'm amazed and so grateful by the amount of love and support given, and the amount of people giving them. This story is one you don't wanna miss. Stay tuned yaaa, mungkin akan kesebut namanya hihihii..😆

6. Family
What keeps me going day by day, every day. Without them, I don't think I have the will to fight or to survive. 

7. Digital Treasure
Yang ditawarkan dunia kadang bisa menjerat kita menjauh dari Tuhan. Tapi Tuhan bisa menyediakan berkat dari situ. Read more.

Aku share ya lagu yang sangat memberkati aku menjalani semua treatment ini.
Blessing by Laura Story. Lirik di sini.


So once again, Tuhan bisa menyediakan pertolongan melalui hal-hal yang semula tampak biasa2 saja, atau bahkan tidak kita sangka2. Jangan selalu mengharapkan pertolongan yang spektakuler, apalagi mengharapkan "show time" yang sampai membuat orang rebah jatuh bergelimpangan kena tiupan atau percikan. Gak jelas itu... 😄

Aku percaya mujizat Tuhan itu ada. Dan mujizat itu bisa kita dapatkan dari berbagai hal yang Tuhan sediakan bagi kita, setiap hari. Look around... we have sooooooooooo many things to be thankful of. Tuhan itu baik, selalu baik, dan tetap akan baik. Dia ajaib dan hidup. He provides helps to support our little fragile faith. Dia bisa memakai apapun untuk menjawab doa kita. Praise HIM forever!



God's Support System #1 - Asuransi

Kalau ada orang Kristen yang menolak asuransi, aku rasa itu hal yang kurang bijaksana. Memang kadang alasannya "terdengar" sangat rohani. Kita harus menggantungkan pengharapan dan menantikan pertolongan dari Tuhan dan hanya Tuhan saja. Dia sanggup menolong kita. 

Oh, bener banget! Tapi kalau gitu, yaa gak usah bekerja untuk bisa beli makan, minta Tuhan kirim grabfood ke rumah, 3x sehari. Gak usah ke dokter atau minum obat kalau sakit. Gak usah sekolah, gak usah belajar... nanti Tuhan kasih kepintaran. Denger2 nih, ada Pendeta besar yang menolak pisau operasi, tapi ketika istrinya sakit usus buntu.. ya akhirnya dioperasi juga 😁

"The Lord God took the man and put him in the Garden of Eden to work it and take care of it". (Genesis 2:15)

Tuhan menempatkan manusia ciptaanNya di tengah2 dunia yang Dia ciptakan, tapi manusia diminta untuk bekerja dan memelihara di dalamnya. Enggak disuruh enak2an doang, semua minta dilayani malaikat 😃. Manusia diberi akal budi untuk (dalam Alkitab bahasa Indonesia) "mengusahakan dan memelihara taman itu". 

Aku percaya, Tuhan sudah menyediakan perkerjaan yang baik untuk aku sehingga aku bisa memproteksi diri dengan asuransi kesehatan yang baik. Waktu tahu 1x kemo bisa sampai 200 juta .. aku shock. Semahal itu? Karena yang aku baca2 di internet katanya dari 5-40an juta. Tapi ya memang beda2 obat, beda2 harga. So far untuk pengobatan sampai hari ini (s/d kemo ke-4) sudah 975+ juta. Itu hampir 1M .. kalau tanpa asuransi mana sanggup lah I .. 😓

BPJS bisa juga, tapi mungkin sudah menjadi rahasia umum kalau BPJS harus antri sana sini. Tetangga depan aku, mau operasi ambeien sudah bbrp bulan belum ada panggilan. Cucu teman gereja juga masih tunggu panggilan untuk lakukan tindakan buat cucunya.

So, asuransi adalah salah satu Support System yang Tuhan sediakan untuk menolong aku, memberi ketenangan dalam menjalani treatment ini. Tapi bukan berarti tanpa asuransi Tuhan tidak bisa bekerja lohh ya.. jangan mengecilkan dan membatasi kuasa Tuhan. Tuhan bisa bekerja dengan apa saja, melalui cara apapun saja yg Dia kehendaki. In my case, Tuhan bekerja melalui asuransi kesehatan yang aku punya ini. Puji Tuhan!

Note, aku gak jualan asuransi lohh, tapi kalau ada yg penasaran... yuk mari aku kenalkan sama agent aku dari AIA yang super helpful dan gercep banget 😀 (promosi gak pake komisi 😄)

Nah, kalau dengan jaminan kesehatan aja hidup kita sudah jadi jauh lebih "indah", apalagi jaminan yang diberikan oleh Yesus Kristus: JAMINAN KESELAMATAN!! Sehat di dunia, tapi mati selamanya di neraka... wah mengerikan. 

Yesus Kristus yang adalah Allah, dari surga rela turun ke dunia menjadi manusia, mati menggantikan kita yang seharusnya mendapatkan hukuman mati itu. Dia lalu naik kembali ke surga, menyediakan tempat bagi kita. Premi asuransi buat kita itu, sudah dibayar lunas dengan darahnya ... Dan, jaminan keselamatan yang diberikan-Nya tidak akan hilang selamanya. Puji Tuhan.

Read other God's Support System:
3. Tim Medis
4. Tim CR
5. Friends
6. Family


God's Support System #4 - Tim CR

I'm beyond grateful for such an amazing team. Shout-out to Angela, Nia, Gracia, Agur dan Rieke, my amazing team CR 💜💛. And to Pak Martin, Pak WaRek II yang rela turun gunung untuk mendampingi Tim CR selama aku on and off bekerja. Thank you, all.

Jangan pernah berpikir bahwa perusahaan tempat kita bekerja tidak akan bisa function well tanpa kita. Everybody is replaceable. Memang kita perlu dan harus dedikasi dan kerja sebaik2nya, tapi bukan berarti ketika kita berhasil memberikan sumbangsih tertentu, lantas perusahaan membutuhkan kita. Kalau ada yg bekerja karena berpikir bahwa perusahaan membutuhkan kita, kita akan menjadi orang yang sombong dan tidak bisa berkerja team-work dengan baik.

Kita harus memberikan yang terbaik dalam pekerjaan dan pelayanan, tapi bukan berarti kita tanam budi ke Tuhan. Dan bukan berarti juga Tuhan butuh kita untuk melakukan pekerjaan itu. Buktinya, dengan kondisi aku yang on and off, pekerjaan2 di Tim CR berjalan dengan baik. Tuhan sendiri yang menopang dan memimpin. Puji Tuhan!

Tuhan berdaulat penuh untuk memakai atau tidak memakai kita. Bahkan Tuhan bisa memakai batu-batu untuk melakukan pekerjaan-Nya. Kalau kita bisa bekerja, kalau Tuhan mau pakai kita, itu anugerah semata. 

Sudahkah kita bersyukur untuk teman2 sekerja kita yang Tuhan berikan ?





































Read other God's Support System:
3. Tim Medis
4. Tim CR
5. Friends
6. Family


God's Support System #2 - Prayer

Aku bersyukur, di awal sakit, banyak sekali saudara dan teman yang mendoakan aku. Tapi terus terang, waktu aku sendiri yang sakit, aku bertanya2 apa ya kira2 untungnya buat mereka yang mendoakan aku. Selama ini memang aku juga sering mendoakan teman2 yang sakit, tapi tidak pernah berpikir untuk apa aku berdoa. Karena memang berdoa kan kewajiban orang Kristen.  

Ketika kita berdoa untuk pekerjaan Tuhan seperti KKR dan acara2 ibadah, aku mengerti kita berdoa untuk pekerjaan Tuhan. Ketika kita berdoa untuk para missionary, para Hamba Tuhan, aku mengerti kita berdoa untuk mereka yang mengerjakan pekerjaan Tuhan. Tapi kalau teman kita sakit dan kita doakan, apa ya impact-nya untuk kerohanian kita? Apa ya kaitannya dengan pekerjaan Tuhan?

Sampai bbrp minggu lalu aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan memakai waktu sakit-ku untuk berdoa syafaat. Aku bahkan sudah membuat list doa mingguan. Hari itu adalah jadwal aku mendoakan orang Kristen yang mengalami penganiayaan karena iman mereka. Tuhan memberi aku 2 jawaban:

1. Berdoa untuk orang lain yang kesulitan ketika kita kesulitan adalah sebuah pengalaman rohani yang sangat indah.

2. In my case, Tuhan membuat aku stronger than ever, knowing masih banyak anak2 Tuhan lainnya yang jauuuh lebih menderita dibandingkan aku. Haruskah aku complain kalau mengingat ada orang yang di penjara demi iman mereka?. Aku ngebayangin kondisi di dalam penjara vs kondisi kamar rumah sakit yang biasa aku tempati. Aku langsung speechless. 

Bukan bermaksud sombong, tapi asuransi-ku memang meng-cover kamar VIP di RS Siloam. One bed and one private toilet. Trus, masih terus mau mengasihani diri sendiri? Trus masih kurang bersyukur? Trus masih kurang berjuang? No Way! Harus tetap semangat. Bahkan dalam sakit dan lemah tubuh, aku terus berusaha untuk mengejar dan melakukan pekerjaan2 kantor-ku. Karena Tuhan sudah memberi terlalu banyak untuk aku, tidak pantas kalau aku santai2 dan mengasihani diri sendiri. 

Memang kondisiku tidak memungkinkan aku masuk kantor, selain lemah, mual, muntah, kondisi pandemi membuat makin sulit aku beraktifitas. Dokter-ku sudah wanti2 banget.. jangan sampai kena covid ya Bu. Fatal. Semula aku pikir fatal karena CA kan termasuk comorbid yang berbaya bila ketemu covid. Tapi rupanya bukan hanya itu saja. Dokter menjelaskan, siklus kemo itu tidak boleh terganggu. Once jadwal ngaco... harus reset ulang. Waah ya gawat. Kalau sudah kemo 4x trus besok aku kena covid, kemo harus di reset lagi? ohh nooooo.... (hayo, katanya enggak akan complain, hihihii..) Kalau untuk yang ini, aku sungguh2 memohon belas kasihan dari Tuhan saja. Seandainya, misalnya, jikalau aku Tuhan izinkan kena covid... ya sudah. Dia berdaulat mengatur hidupku dan Dia tahu yang terbaik untuk aku. Aku taat saja.

Sejujurnya aku masih sangat lemah dalam hal doa. Bergumul tiap hari untuk rajin berdoa. Aku pernah mendapat kalimat bagus. Kata2 tepatnya agak lupa, tapi kurang lebih gini: If we know that God is all knowing, why should we pray? Nah, justru karena dia all knowing, maka kita harus berdoa.

Sebenarnya, bisa berdoa saja itu adalah anugerah yang besar. Doa adalah salah satu Means of Grace (Alat Anugerah) yang Tuhan berikan kepada kita, anak2nya. Doa adalah tanda bahwa kita mengaku lemah di hadapan Tuhan dan bahwa kita mau bergantung sepenuhnya pada-Nya. Tuhan senang kalau kita bergantung pada-Nya. Di dalam kebergantungan kita, mau tidak mau harus ada ketaatan penuh di dalamnya. Dan itulah kuncinya. Tuhan bekerja melalui ketaatan kita.

Ayo kita rajin berdoa.... Ada yang mau aku doakan? 😄














Read other God's Support System:

3. Tim Medis
4. Tim CR
5. Friends
6. Family

God's Support System #7 - Digital Treasure

Kalau ada yang bilang waktu sakit atau sedih kita dengerin kotbah, dengerin lagu pujian akan membantu (healing).. memang ada benarnya. Walaupun di awal-awal kemo itu tidak terjadi padaku. Jangankan dengerin kotbah atau lagu pujian... buka mata aja sulit, gimana mau browsing youtube atau putar spotify playlist, bahkan buka mulut untuk makan minum aja ogah. Beneran. 9 hari aku gak makan dengan proper, paling sehari bubur 2 sendok, trus muntah atau diare... tiap hari. 

Tapi waktu badan udah segeran, pikiran sudah jernih kembali baru deh aku merasakan berkat yang besar mendengarkan kotbah2 dan lagu pujian.

Beberapa yang sudah memberkati:

Unwanted Blessing (Berkat Yang Tidak Diinginkan)
oleh Vik. Mercy Matakupan




Paul Washer Podcast "Looking Unto Jesus" on Spotify
A devotional insights from Paul Washer favorite old books.






Children Choir
oleh GRII Bandung

Selain lagu-lagu yang indah ini, expresi anak2 menyanyi juga memberi sukacita besar. Ada 1 anak yang expresinya membuat aku terhibur sekali :) Yang mana hayooo... 




dan... yang terakhir ini tolong jangan di bully. Aku merekam bbrp jam sebelum kemo ke-3, haha.. gak jadi alasan yaa... emang suara aslinya jelek 😁





Read other God's Support System:
3. Tim Medis
5. Friends
6. Family


Sep 15, 2022

I'll Fight Well

Sejak di vonis CA Mammae awal Juli 2022, just 2 months ago, my life has changed, a lot.

Kalau dibilang aku siap, mungkin iya mungkin tidak. Kadang (kalau lagi seger) merasa siap. Tapi sering juga broke down dan meraung-raung (literally). Kata dokter sih efek kemo.... "ahem!" 😊

Sebagai manusia, punya rasa kuatir, bingung, putus asa, takut, dll... itu wajar. Perasaan itu harusnya membuat kita sadar, bahwa kita tidak berdaya apa2 , tidak bisa apa2, dan membutuhkan sesuatu atau seseorang yang lebih powerful dari kita untuk menolong kita. Tuhan menciptakan kita dengan kesadaran bahwa kita perlu bergantung pada Dia, Pencipta kita.

Setelah pemeriksaan awal, ternyata bukan kanker ganas saja yang menggerogoti tubuhku. Tapi ditemukan juga ada penebalan dinding rahim yang tidak normal. Selain itu, ada kista yang sudah sangat besar di ginjal kiriku. Jadi... beruntun yaah banyak penyakitnya. Kata dokter, setiap benjolan yang tidak normal pada pasien kanker, harus dicurigai itu berbahaya.

Tidak pernah satu kalipun aku bertanya: Mengapa ini terjadi padaku? Never, not once. Aku menyadari sepenuhnya Tuhan berdaulat untuk menetapkan hidupku. Mungkin saja ini hukuman untuk semua dosa-dosaku. Tuhan ingin memurnikan aku. Atau, mungkin juga Tuhan mau memakai kesulitan ini untuk memberkati aku dan banyak orang, nantinya.Walaupun seringkali sangat sulit untuk bisa mengerti dan menyelami rencana Tuhan, yang pasti aku tahu, Tuhan baik dan ketetapanNya tidak pernah salah. Salah satu contoh tulisan yang baik dan memberkati aku di awal pandemi mengenai kedaulatan Tuhan adalah Coronavirus and Christ, by John Piper.

"ini saatnya menghidupi semua Firman yang sudah Bu Ema dengar, bahkan sudah Bu Ema sampaikan kepada anak-anak Sekolah Minggu."

"saya kok tidak kuatir karena saya tahu Bu Ema strong, easy going.. pasti bisa melewati ini semua."

"Sungguh! Tuhan itu nyata dan hidup justru ketika kita dalam kelemahan dan kesulitan." 

"dan ... puluhan ayat-ayat yang menguatkan lainnya"

Oh, I know all of those!! Tapi seringkali, di dalam waktu-waktu yang gelap, sulit sekali melihat tangan Tuhan. Di dalam ketakutan, sulit sekali mengenggam kebenaran Firman. Di dalam keputusasaan, sulit sekali untuk bisa mengerti kuasa Tuhan.

Kemo Pertama 
Aku menghabiskan waktu 7 hari di RS (13-19 Juli 2022). Karena selain ada pemeriksaan awal (Mamografi, CT scan dan MRI), aku juga harus menjalani biopsi dan kuret di saat yang bersamaan. Efek: mual muntah, virus gondong (parotis) dan seminggu setelahnya, rambut langsung rontok. Aku langsung botak. Tapi, minggu berikutnya aku sudah bisa ke kantor seperti biasa. Yayy!! Sayangnya, demi alasan medis kemo pertama ini dianulir dokter. Jumlah kemo yang 6x harus di reset ulang.

Ok, Kemo Kesatu 😁
2 malam saja di RS (5-7 Agustus 2022). Efek: mual, muntah, diare. Terjadi kehebohan karena setelah pulang RS sampai 9 hari ke depan, aku tidak bisa makan dan minum. Kata teman yang sudah jadi cancer survivor, efek kemo memang terjadi di hari 3,4 sampai ke 7. Jadi aku kira ya sudah, cari pertolongan nanti pas kontrol dokter saja di hari ke-9. Waktu masuk ruang dokter dengan kursi roda, muka kuyu dan pucat.. dokter langsung ngomel. Bu... kalau diare sehari lebih dari 5x, langsung IGD Bu. Ini Ibu diare dan enggak makan 9 hari.. ck ck ck.... Bingung sendiri dia... Lol! Akhirnya aku harus dirawat lagi.

Kemo Kedua
Dokter mengiyakan bahwa efek kemo biasanya di hari ke-3 baru muncul. Tapi, beberapa jam setelah kemo kedua, aku langsung muntah dan diare. Akhirnya 4 malam nginep di RS (30 Ag - 3 Sep 2022). Di rumah, muncullah efek2 lain: spoting dari rahim, kulit kepala botakku lecet2, tangan bengkak dan gatal seperti terbakar, ditambah mual muntah dan diare yang tidak juga reda. Mengingat pesan dokter, hari Rabu, 7 September 2022 kemarin, aku memasukkan diriku lagi ke RS. Dan baru boleh pulang hari Minggu, 11 September 2022.

Mengenai spoting dari rahim. Penebalan pada dinding rahim-ku menunjukan ada perubahan massa dibanding saat awal dikuret bulan Juli. Dokter menjelaskan: bisa jadi itu metastase sel yang sama seperti yang di payudara, atau lebih parah lagi.. itu adalah sel kanker baru yang tumbuh di rahim. Sejak awal waktu kuret, memang dokter menetapkan untuk angkat rahim saja. Aku tidak keberatan. Hanyaa... bagaimana menentukan tanggal operasi kalau jarak waktu dari 1 kemo ke kemo berikutnya hanya 3 minggu. Dan 2 minggu di dalamnya adalah masa-masa sulit dan lemah. Kalau setelah operasi dan jahitan belum pulih, tubuh belum kuat lalu aku harus kemo lagi... bisa fatal. Btw, jadwal kemo tidak bisa diganggu gugat, termasuk aku sama sekali tidak boleh kena covid. Kalau jadwal kemo berantakan, semua treatment yang sulit dan menyakitkan ini akan percuma dan result-nya bisa fatal.

Sebagai manusia normal, sejujurnya aku takut sekali menghadapi kemo-kemo berikutnya. Aku memikirkan hal-hal yang mengerikan, membicarakan kemungkinan stop kemo dan beralih ke alternatif. Karena sungguh, pernyataan "cancer treatment is difficult and painful" is so understatement. 

Pagi ini, saat teduh aku serasa memberi tamparan kanan-kiri bolak-balik.

"How can you glorify God if you play the coward? Saints have often sung God's high praises in the fires, but will your doubting and desponding, as if you had none to help you, magnify the Most High?"

C.H. Spurgeon once said: "The crucible of adversity is a less severe trial to the Christian than the refining pot of prosperity." Tapi aku rasa, dalam kesulitanpun kita bisa berdosa dengan tidak mempercayai Allah dan segala pertolonganNya.

Aku berdoa supaya tidak mempermalukan nama Tuhan di dalam kesulitan-kesulitan yang Tuhan izinkan. 

I'll fight well!!